HUKRIM

Kamis, 26/01/2012, 08:29
Video Mesum Diduga Ustad Hebohkan Pamekasan

HUKRIM video mesum
 

video-mesum-diduga-ustad-hebohkan-pamekasan- ilustrasi video mesum/internet
 
Warga Pamekasan dibuat resah dengan beredarnya video mesum aksi pencabulan yang diduga dilakukan seorang ustad.

"Kami minta polisi segera mengusut kasus ini dan menangkap pelakunya," kata Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam, Rabu (25/1/2012).

Video mesum yang dilakukan oknum ustad di salah satu lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Palengaan ini terdiri dari 10 file berdurasi masing-masing sekitar satu menit.

Video berjudul "Larangan Badung Bergetar" kini tengah beredar luas di kalangan masyarakat dan sangat meresahkan.

Dalam rekaman video yang kini banyak beredar di handphone warga ini terlihat dengan jelas seorang perempuan sedang dicabuli secara beramai-ramai dengan cara dipaksa.

Perempuan yang diperkirakan masih berusia 14 tahun ini terlihat ketakukan dan tidak berdaya menghadapi kelima orang lelaki tersebut, sehingga terpaksa harus melayani perbuatan bejat mereka.

Kapolsek Palengaan AKP Fauzan membenarkan adanya peredaran video mesum ustad bersama empat orang temannya itu terhadap gadis yang masih berusia 14 tahun tersebut.

"Kami memang telah melakukan penyelidikan, terkait kasus ini," katanya.

Ia menuturkan kasus perbuatan mesum yang dilakukan seorang ustad bersama empat orang temannya itu terungkap, setelah video itu beredar luas di kalangan masyarakat dan mereka mengenali semua pelakunya.

Aksi pencabutan ini dilakukan di sebuah bukit Peltok dan kejadiannya sudah berlangsung sebulan lalu.

Kasus peredaran video mesum di Pamekasan kali ini merupakan kali kedua. Sebelumnya juga sempat beredar video mesum yang yang palakunya merupakan oknum guru TK di wilayah Kecamatan Pakong, dan pelakunya telah diproses hukum oleh Polres Pamekasan. (ans/aef)


Berita Terbaru

Ini Menteri Baru Kabinet Kerja Jokowi-JK
Pejabat baru ini, langsung dilantik Presiden Jokowi pada pukul 14.00 WIB di Istana Negara, dan selanjutknya langsung bekerja.

Aniaya Pembantu, Putra Mantan Wapres Cuma Dituntut 2 Tahun
Dakwaan primer Pasal 90 KUHP tentang luka berat, menurut JPU Wahyu, tidak terbukti dan tidak terpenuhi.

NU dan Muhammadiyah Sepakat Menolak Radikalisme
“Kami ‎menghimbau agar masyarakat Indonesia tidak terpancing dengan upaya-upaya provokasi."{

Bupati Barru Titip Harapan ke Perantau
Selamat berkumpul bersama keluarga. Idi silessurengku sibawa anak-anakku yang balik ke tanah rantau, salama'ki lettu kampongna tauwwe

Jayabaya Mantap Dukung Wahidin Halim
Mun masyarakat masih nurut, pilih Wahidin Halim Jang Gubernur