SOSIAL

Minggu, 03/07/2011, 13:12
Kasus Video Porno dan Tarian Perut yang Dihadiri Walkot Bogor Diselidiki Polisi

SOSIAL bogor
 

kasus-video-porno-dan-tarian-perut-yang-dihadiri-walkot-bogor-diselidiki-polisi ilustrasi - Istimewa
 
Pertunjukan tarian perut yang ditampilkan manajemen 'The Jungle' pada saat peluncuran wahana baru "The Wave", mendapat tanggapan serius dari pihak kepolisian, karena dinilai telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Hilman dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut.

"Kita sedang menyelidiki kasus ini, apakah benar secara fakta, jika memang terbukti ada pelanggaran, kami akan menindak tegas," kata Kapolres.

Kapolres menyebutkan, langkah tersebut diambil pihaknya menyusul maraknya pemberitaan di sejumlah media terkait kasus asusila di antaranya penyebaran video porno dan tarian perut di The Jungle.

Menurut Kapolres, penyebaran video porno, pertunjukan tarian perut dan keberadaan tempat hiburan malam telah menganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga menerima laporan dari masyarakat, terkait maraknya peredaran minuman keras di tengah masyarakat.

"Polri berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan di masyarakat dengan mencegah penyebaran penyakit masyarakat. Kami sirius akan menangani permasalahan ini," kata Kapolres.

Sebelumnya, Kamis (30/6/2011) Komisi A DPRD Kota Bogor juga menyatakan akan memanggil manajemen 'The Jungle' terkait dengan pertunjukan tarian perut yang ditampilkan pada saat pembukaan wahanan The Wave, Rabu (22/6) lalu.

"Surat sudah kita kirimkan hari ini, pertemuan kita agendakan minggu depan," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor, Maman Herman.

Penampilan tarian pantai ala Hawai tersebut disaksikan ribuan pengunjung The Jungle dan juga dihadiri Wali Kota Bogor. Hal ini memicu respon penolakan dari kalangan masyarakat yang meminta DPRD untuk mengkaji ulang wacana Bogor Kota Halal.(emi/at/jk)

Indonesia   2011-07-09 20:08:57
Berlebihan, Tari Hula-hula dianggap pornoaksi, ibu menyusui anak bayinya di tempat umum dianggap pornoaksi. Semua saja dianggap porno aksi, padahal tari hula-hula adalah tari kebudayaan Hawai.

Anak-anak di Hawai juga sering lihat tarian itu, enggak ada tuh perkosaan di Hawai, malah laku tuh pulau dikunjungi banyak wisatawan.

Mungkin untuk Pak Waligami bukan Walikota tuh yang poligami, aneh, pas banget tarian itu dengan kedatangan Pak Waligami. Padahal, liburan sudah lama dan wahana itu juga sudah dibuka tapi belum disahkan.

Betul-betul berlebihan, tarian Jaipong saja dianggap pornoaksi. Gila, gila.

Kirim Komentar Anda


Komentar

Berita Terbaru

Nih Dia Rekayasa Pengalihan Arus saat KAA
Traffic Management Center (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya menginformasikan pengalihan arus untuk mengurai kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi pelaksanaan KAA.

Rossi Menang di Argentina
Valentino Rossi memenangi duel dengan juara bertahan Marc Marquez, yang terjatuh saat balap tinggal menyisakan dua putaran, sebelum ikon Italia itu meraih kemenangan dramatis di Grand Prix Argentina pada Minggu (20/4/2015).

Hadiri KAA, 5 Kepala Negara Pakai Jet Pribadi
Para pemimpin dan delegasi negara peserta peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) mulai berdatangan ke Jakarta, Minggu (19/4/2015).

APBD Perubahan DKI Gunakan Pergub
APBD Perubahan yang juga menggunakan payung hukum Pergub

Sosok Ketua PSSI Baru Harus Ngerti Sepak Bola
Dalam konggres Luar Biasa PSSI di Surabaya 18 April 2015, sambungnya, harus bisa menghasilkan pemimpin yang bisa menyatukan seluruh persepakbolaan Indonesia