SOSIAL

Jumat, 08/10/2010, 01:43
Selingkuh dengan Mantan Pacar, Istri Dipolisikan Suami

SOSIAL selingkuh
 

 
Sebagai suami, Iwan merasa harga dirinya diinjak-injak, saat memergoki istrinya asyik berselingkuh dengan pria lain di rumah kosong.

Erma, perempuan yang sudah memberinya dua anak itu, terpaksa dilaporkan ke polisi setelah kabur dari rumah dengan mantan pacarnya Rijal.

Atas laporan Iwan, polisi dari Polsek Panakukan, Makasar, Kamis (7/10/2010), akhirnya menjemput paksa Erma dan kekasih gelapnya Ijal.

"Kami melakukan itu (selingkuh-red) untuk mengenang masa pacaran dulu," aaku Ijal,saat diperiksa polisi.

Pria yang juga sudah berkeluarga ini mengaku, menjalin hubungan gelapnya dengan Erma sudah berjalan selama dua bulan lebih.

Atas dugaan perselingkuhan itu, Rijal dan Erna diancam pasal 284 KUHP dengan ancaman sembilan bulan penjara. (Ans/der)


dodi   2011-04-23 16:01:34
Memang menikahi istri jg pernah punya pacar, apalagi dulu mempunyai kenangan indah bersamanya dan apalagi kalau pernah melakukan hubungan suami istri dan saat berpisah karena hrs menikah dgn pria lain mereka pisah secara baik2, maka ketika berumah tangga si istri akan membandingkan suami dengan mantan pacar, dan tentunya akan selalu ingat pd mantan pacar apabila mantan selalu lebih unggul dari segalanya.

Kirim Komentar Anda


Komentar

Berita Terbaru

Penipu Saham Gunung Agung Divonis 3Tahun Penjara
"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana diatur dalam Pasal 378 ,"

Messi Cetak Rekor Gol untuk Argentina
Kesempatan Messi untuk menambah pundi golnya masih terbuka saat Argentina berlaga pada pertandingan final

DPR Telusuri Kehidupan Keluarga Tito Karnavian
"Anak-anak saya tak bisa ikut mendampingi karena sedang ujan sekolah di Singapura,"

Ahok Ingin Jakarta Lebih Manusiawi, Aman dan Nyaman
"Semakin tua, semoga Jakarta tambah bijaksana,"

Dituntut 4 Tahun, Penipu Saham Toko Gunung Agung Ajukan Pledoi
"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana diatur dalam Pasal 378 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP,"