SOSIAL

Kamis, 30/09/2010, 16:50
Tersisa 12 Kota Besar yang Dinyatakan Aman di Indonesia

SOSIAL indonesia
 

 
Hasil survei persepsi penduduk kota tentang kenyamanan tinggal di 12 kota besar di Indonesia pada 2009, ternyata hanya 54,17 persen merasa nyaman tinggal di kotanya.

Artinya, kata Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Iman Soedrajat dalam Seminar "Better City Better Life" dalam rangka hari Habitat Dunia 2010 di Jakarta, Kamis (30/9/2010), hal itu menunjukkan bahwa kota-kota besar di Indonesia belum berada dalam kondisi yang ideal sebagai kota yang nyaman.

Iman menjelaskan, survei IAP pada 2009 itu menitikberatkan pada tingkat kenyamanan hidup kota dari kaca mata penduduknya. "Secara umum, kita ingin tahu seberapa besar indek `Livable city"-nya," katanya.

"Livable City" merupakan sebuah istilah yang menggambarkan sebuah lingkungan dan suasana kota yang nyaman sebagai tempat tinggal dan tempat untuk beraktifitas yang dilihat dari berbagai aspek, baik fisik maupun non-fisik.

"Indikator yang diukur dalam survei itu sebanyak 26 item dan terangkum dalam tujuh kriteria utama yakni aspek tata ruang, lingkungan, transportasi, fasilitas, infrastruktur, ekonomi dan sosial," paparnya.

Hasilnya ternyata, terdapat empat kota besar yang oleh penduduknya dinyatakan bahwa kotanya berada dalam kondisi yang relatif cukup nyaman, yakni di atas rata-rata index kota-kota Indonesia. Keempat kota itu adalah Yogyakarta sebesar 65,34 persen, Menado (59,9), Makassar (56,52) dan Bandung (56,37).

Sedangkan kota dengan index terkecil atau kotanya berada dalam kondisi tidak nyaman dan berada di bawah angka rata-rata index kota di Indonesia.

Palangkaraya hanya 52,04 persen, Jakarta (51,90) dan Pontianak (43,65). "Di tiga kota ini, indeks kenyamanannya sudah di bawah rata-rata," katanya mengungkapkan.

Sementara itu, dari sisi kualitas penataan kota, lanjutnya, Kota Palangkaraya memiliki prosentase tertinggi dipersepsikan oleh warganya memiliki penataan kota yang baik yaitu sebanyak 51 persen, dan terendah adalah Kota Bandung hanya tiga persen.

Kemudian, untuk ketersediaan tenaga kerja, Kota Jakarta memiliki persepsi yang paling rendah yaitu hanya 10 persen responden warga Jakarta yang menilai ketersediaan lapangan kerja di kota ini baik.

"Meski aktivitas ekonomi Jakarta sangat tinggi, tetapi lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan pertambahan penduduk yang sangat tinggi, sehingga tingkat kompetisinya dalam mendapatkan lapangan kerja sangat tinggi," ujarnya menjelaskan.

Penyandang cacat

Sementara itu, dari aspek ketersediaan fasilitas untuk penyandang cacat, ternyata 12 kota besar di Indonesia itu hingga 2009 semua kota belum memberikan fasilitas yanbg memadai bagi penyandang cacat.

"Ini dapat diartikan bahwa semua kota itu belum memiliki fasilitas yang baik bagi kaum manula dan ibu hamil. Padahal, mereka semua juga merupakan warga kota yang harus diperhatikan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya memperkirakan, kota-kota besar di Indonesia akan semakin tidak nyaman, apabila tidak ada tindakan berani, kreatif dan progresif dari para pemimpin kota, terutama wali kota untuk mengambil dan menerapkan kebijakan pembangunan kota yang berani.

Dia juga menambahkan, survei sejenis akan dilakukan pada tahun ini dengan sasaran 22 kota besar Indonesia. "Surveinya sudah mulai dilakukan Juli 2010 dan akan diumumkan pada `World Town Planning Day` pada November 2010," ucapnya.   (Fat/At)

Berita Terbaru

San Lorenzo Hadapi Madrid di Final Piala Dunia Antar Klub
Juara antar klub Amerika Selatan atau Libertadores itu akan berhadapan dengan klub asal Spanyol, Real Madrid.

Wagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
Djarot menjadi wagub pertama yang dilantik oleh gubernur sesuai Perpu No 1 tahun 2014, tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Larangan Motor, Bus Tingkat Gratis Sepi Peminat
Uji coba pelarangan sepeda motor melintas di ruas jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat‎ mulai diberlakukan hari ini, Rabu (17/12).

Bekuk Cruz 4-0, Madrid ke Final Piala Dunia Klub
Real Madrid menang 4-0 atas Cruz Azil untuk melaju ke final Piala Dunia Klub pada Rabu (17/12/2014) WIB.

Lagi, Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta Selasa (16/12/2014) sore melemah lagi ke posisi 12.722 per dolar AS, lebih buruk sembilan poin dari posisi sebelumnya 12.713 per dolar AS.