|
|
Pemerintah Australia bantu Tanggulangi Rabies di Bali Selasa, 09 Februari 2010, 11:01 WIB
Pemerintah Australia memberikan dukungan yang positif terhadap upaya Provinsi Bali dalam menanggulangi penyakit rabies yang diharapkan dapat tuntas pada tahun 2012.
'Dukungan dari pemerintah Australia dan juga pemerintah pusat itu diwujudkan dalam bentuk bantuan vaksin anti rabies (VAR) guna memberikan kekebalan penyakit rabies terhadap anjing yang dipelihara dan dirawat masyarakat,' kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Putu Sumantra di Denpasar, Selasa (9/2).
Ia mengatakan pemerintah Australia dalam mempercepat penuntasan penanggulangan penyakit rabies di Pulau Dewata membantu 120.000 fial VAR yang 60.000 fial VAR di antaranya sudah diserahkan pertengahan Januari 2010.
Sebanyak 60.000 fial VAR sisanya rencananya akan diserahkan akhir Februari 2010, sedangkan pemerinah pusat juga mengalokasikan dana untuk pengadaan 110.000 fial VAR, sehingga totalnya dalam tahun 2010 sudah tersedia 230.000 fial VAR.
Jumlah tersebut dinilai cukup memadai untuk melakukan vaksinasi anjing yang akan dilakukan secara massal dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkab/Pemkot se-Bali juga menyediakan dana serupa untuk operasional penanggulangan rabies.
Sementara Gurubesar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana Prof Dr I Gusti Ngurah Kade Mahardika yang juga salah seorang tim ahli penanggulangan rabies di Bali mengusulkan tim penanggulangan rabies di Bali sebaiknya dipimpin langsung oleh gubernur atau wakil gubernur setempat dengan dibantu tim pengarah yang profesional serta mempunyai otoritas penuh.
Kegiatan tersebut didukung sumber daya manusia serta pendanaan yang memadai. Rekomendasi yang diusulkan itu merupakan hasil diskusi ilmiah yang melibatkan staf FKH Unud. Dalam rekomendasi tersebut juga diusulkan agar tugas sekretariat eksekutif didelegasikan kepada FKH Unud dengan otoritas dari Pemerintah Provinsi Bali.
'Prinsip kerja tim berbasis bukti ilmiah terbaik serta terpadu dengan kegiatan serupa tingkat nasional dan internasional,' ujar Prof Mahardika. (Mr/Cq/At)
TERKAIT :
Nikmati berita terkini di handphone anda http://m.berita8.com |
|