|
|
Ngaku Korban Diskriminasi, Puluhan \'Wanita\' Bahenol Datangi DPR Kamis, 22 Januari 2009, 13:25 WIB
Jangan anggap Waria (wanita tapi pria) sebagai sampah masyarakat.
Sekitar 22 'wanita' seksi dengan dandanan menyolok, Kamis (22/1), mendatangi ruang Komisi IX DPR-RI. Kedatangan para waria tersebut mengundang perhatian orang-orang yang berada di gedung wakil rakyat tersebut.
Ada acara panggung hiburan kah? Uffh, jangan salah dulu mereka datang bukan untuk menghibur para wakil rakyat, tapi untuk mengadukan nasib mereka yang selama ini dipinggirkan.
Mereka merasa selama ini selalu jadi korban diskriminasi. Padahal, sebagai manusia dan warga negara Indonesia mereka punya hak yang sama.
Ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI) Yulianus Rettoblaut mengatakan, dalam UUD 1945 Pasal 27 disebutkan semua warga negara berhak atas penghidupan yang layak.
'DPR juga harus memikirkan kalau kita punya hak yang sama. Kita juga mendesak pemerintah agar ada perlindung hukum bagi waria,' tuturnya kepada wartawan. Para waria ini diterima oleh anggota Komisi IX DPR -RI Rudianto Tdjan dan Rustam Effendi. Kepada wakil rakyat ini, para waria melepaskan uneg-unegnya.
'Kami minta dewan mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum kepada kami, karean kami juga punya hak yang sama dengan warga negara lainnya,' tegas Yulianus.
Dia berharap ada perubahan kebijakan lebih ke waria di Indonesia. Pasalnya, pekerjaan waria selama ini masih dicap sebagai sampah masyarakat.
'Harapan kami apa yang dilakukan pemerintah bisa memperingan beban waria,' kata Yulianus.
Dia menambahkan, mereka datang ke DPR untuk merealisasikan salah satu poin dari Pertemuan Nasional Waria yang digelar pada 18-23 Januari 2009. Saat ini, kata Yullianus, di seluruh Indonesia tercatat ada sekitar tujuh juta waria. (Dng/Btt) TERKAIT :
Nikmati berita terkini di handphone anda http://m.berita8.com |
|