Berita8
  
twitter.com/berita8.com
Gumelar
Bookmark and Share

Khayal Sang Pemulung
Sabtu, 24 Mei 2008, 11:27 WIB

Profesi pedagang minyak tanah keliling sebentar lagi mungkin tidak akan dapat kita jumpai ditanah air, apa lagi di Jakarta.

Era minyak tanah semakin temaram tak ada lagi teriakan 'minyaaak' dipelosok-pelosok kampung.

Yang ada hanya teriakan para demonstran menuntut jangan naikan harga BBM dan mereka juga tahu betapa pahit dan semakin terhimpitnya hidup sebagai rakyat kecil yang notabene mayoritas di republik tercinta ini.

Sementara rakyat kecil itu sendiri tampak tidak acuh terhadap wacana, silang pendapat para pakar yang setuju dan tidak, pada rencana pemerintah menaikan harga BBM.

Mereka tetap asik bergulat dengan kegiatan untuk menafkahi diri dan keluarga. Urusan mereka tak jauh dari isi perut dan pendidikan anak. Rakyat kecil tidak lagi mampu berteriak, yang ada hanya peluh dan keluh mengais rezeki untuk makan hari ini. Urusan hari esok yach gimana besok sajalah !

Ironis memang, apapun yang trjadi rakyat hanya bias berharap mudah-mudahan para pengambil keputusan bias lebih peka terhadap penderitaan rakyat kecil.

Sambil berseloroh Sukijan yang sehari-hari berprofesi pemulung yang dulu sempat menjadi tukang minyak tanah keliling didaerah pinggir selatan Jakarta angkat bicara : “Biar para pejabat Negara lebih peka, bagaimana kalau dibuatkan acara reality show pejabat nginap digubuk kami dan hidup seperti kami ?” ujarnya berkhayal sambil tersenyum kecut. Mungkinkah !? (Em/Fir)

TERKAIT :
Di Cawang, Malam Ini Mahasiswa Bakar Ban dan Swiping Mobil Berplat Merah
Awww..Premium Rp 6.000, Solar Rp 5.500, Minah 2.500
SPBU Pakubowo Di Gilir Ratusan Kendaraan, Antri Dong !!!
Mpok dan Abang di berita8.com Ngerumpiin BBM Naik
Menakertrans : Lakukan Efisiensi, Jangan Ada PHK

Nikmati berita terkini di handphone anda http://m.berita8.com