TRAVEL SOSIAL PENDIDIKAN GAYA HIDUP BERITA ANDA KONGKOW METRO ROAD TO GERMANY

PENDIDIKAN

Jumat, 16/12/2016, 17:47
Oknum Guru SDN Aren Jaya XI Bekasi, Diduga Aniaya Siswa

PENDIDIKAN Guru, Aniaya Siswa, SDN Aren Jaya XI
 

oknum-guru-sdn-aren-jaya-xi-bekasi-diduga-aniaya-siswa Gedung SDN Aren Jaya XI/Ist
BERITA TERKAIT
 
LAR, siswa kelas III SDN Aren Jaya XI, Kota Bekasi Timur, diduga telah menjadi korban tindak kekerasan oknum guru berinisial JML.

Tindak kekerasan oknum guru ini sudah dilaporkan Handoko, orang tua siswa, kepada kepala sekolah serta instansi terkait seperti Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi serta Komite Sekolah setempat.

"Anak saya menderita lebam dan luka di balik telinganya serta trauma lebih dari tiga hari, akibat telinganya ditarik degan keras oleh oknum guru tersebut," jelas Handoko kepada wartawan, Jumat (16/12).

Sebagai orang tua, lanjut Handoko, dirinya sudah melakukan konfirmasi kepada oknum guru tersebut disaksikan guru lainnya bernama Mastur dan anggota Komite Sekolah Mulyadi. Saat itu, oknum guru tersebut mengakui perbuatannya dan meminta maaf serta berjanji untuk tidak lagi melakukan tindak kekerasan terhadap siswa.

"Tetapi bukannya berubah jadi baik sesuai janjinya, oknum guru tersebut malah mengancam akan memasukkan anak saya ke penjara. Apakah pantas seorang guru berkata demikian kepada siswanya yang masih di bawah umur," tegas Handoko.

Bukan cuma itu, sambung Handoko, guru berinisal JML itu juga kembali melakukan tindak kekerasan dengan mencubit badan dan menjewer telinga anaknya tanpa alasan yang jelas.

"Perbuatan oknum guru tersebut membuat anak saya jadi takut untuk pergi ke sekolah," ucap Handoko.

Merasa putrinya sudah menjadi korban tindak kekerasan, Handoko pun melaporkan perbuatan oknum guru tersebut secara tertulis kepada pimpinan sekolah agar melakukan koreksi terhadap bawahannya.

"Saya melaporkan hal ini agar kejadian yang menimpa anak saya tidak dialami siswa lainnya. Ini juga agar jadi pebelajaran supaya tidak ada lagi tindak kekerasan di dunia pendidikan kita," kata Handoko.

Khawatir trauma psikis yang dialami putrinya semakin parah akibat tindak kekerasan oknum guru berinisial JML tersebut, Handoko pun terpaksa memindahkan putrinya untuk belajar di sekolah lain.     

"Wajar memang bila guru melakukan teguran kepada siswanya, tapi melakukan tindak kekerasan dan ancaman saya rasa kurang bagus. Apalagi itu dilakukan kepada anak yang masih kelas III SD," tandas Handoko. (Dom/her)  


Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"