TRAVEL SOSIAL PENDIDIKAN GAYA HIDUP BERITA ANDA KONGKOW METRO ROAD TO GERMANY

SOSIAL

Sabtu, 23/01/2016, 18:05
Ironis, Masih Ada Penderita Gizi Buruk di Jakarta

SOSIAL Ahok, gizi buruk, Pemprov DKI, Wanita Emas
 

ironis-masih-ada-penderita-gizi-buruk-di-jakarta Kader Partai Demokrat, Hasnaeni saat mengunjungi warga kolong Tol Penjaringan/Ist
BERITA TERKAIT
 
Ditengah gencarnya Pemerinah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan pembangunan, ternyata masih ada warganya yang mengalami kekurangan gizi.   

Kasus gizi buruk ini salah satunya menimpa Kamiya, balita berusia 20 bulan anak dari Juniati (27), warga kolong Tol Penjaringan di Jalan Petak Asem Selatan RT 07 RW 05, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Juniati mengaku, anaknya menderita gizi buruk sejak berusia sembilan bulan. Meski sudah rutin diperiksa ke puskesmas, sampai saat ini anaknya masih dalam status gizi buruk.

Kondisi ini mengundang simpati Kader Partai Demokrat, Hasnaeni. Perempuan yang pernah memproklamirkan dirinya dengan sebutan 'Wanita Emas' ini berharap, Pemprov DKI Jakarta Jakarta lebih cepat tanggap terhadap kasus gizi buruk.

"Sungguh ironis jika di Jakarta yang merupakan kota megapolitan, masih terdapat kasus gizi buruk," tegas Hasnaeni, saat bersilaturahmi dengan ratusan warga kolong Tol Penjaringan di Jalan Petak Asem Selatan RT 07 RW 05, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/1).

Hasnaeni mengkritisi gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang jarang melakukan blusukan, seperti yang pernah dipopulerkan Joko Widodo (Jokowi).

"Pak Ahok hampir jarang turun blusukan, sehingga beliau tidak bisa melihat langsung kondisi riil warga Jakarta, terutama yang hidup pas-pasan. Seharusnya pemimpin mau turun ke lapangan, sehingga bisa mendengar langsung keluhan warga," ucapnya.

Hasnaeni yang berencana maju kembali sebagai calon gubernur pada PIlkada DKI Jakarta 2017 nanti, berkomitmen secara rutin bersilaturahmi mengunjungi warga, terutama di kawasan padat penduduk atau pemukiman kumuh.

"Ini Ibukota negara sudah selayaknya ditata dengan baik, terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan pemukiman," ujar Hasnaeni. (fat/gil)


Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"