HUKRIM KORUPSI

KORUPSI

Selasa, 29/10/2013, 14:00
KPK: Pejabat Korupsi Karena Rakus

KORUPSI Korupsi, KPK, Pejabat Negara
 

kpk-pejabat-korupsi-karena-rakus
BERITA TERKAIT
 
Ada dua hal yang memicu terjadinya praktik korupsi di tanah air, pertama karena tuntutan kebutuhan hidup dan kedua akibat sifat rakus. Jika pejabat tinggi negeri inii melakukan korupsi, itu didorong sifat rakus.

Hal ini dipaparkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja, Selasa (29/10) di Kantor Pusat BPK Jakarta.

Menurut Adnan, korupsi yang muncul atas dasar tuntutan kebutuhan biasanya dipicu keterpaksaan. "Ini masuk korupsi recehan," katanya.

Sedangkan pejabat negara yang melakukan korupsi biasanya didorong oleh sifat rakusnya. Dia mencontohkan kasus penilepan uang yang melibatkan pejabat negara seperti Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

"Gaji Ketua SKK Migas 250 juta. Sebagai komisaris Bank Mandiri gajinya Rp 75 juta. Gajinya 300 juta saja nggak cukup. Itu kalau rakus," tegasnya.

Adnan menambahkan, selain karena kerakusan, korupsi yang dilakukan para pejabat erat kaitannya dengan persoalan integritas. Soal integritas ini, dia memberi contoh kasus yang menimpa Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif  Akil Muchtar.

"Kasus Akil Mochtar ini terjadi karena yang bersangkutan tak melalui tes integritas. Berbeda dengan pimpinan dan staf KPK yang sebelumnya telah melalui tes integritas," ungkapnya. (ans/aef)


Berita Terbaru

Puluhan Ribu Buruh Mulai 'Kepung' Istana
"Kami tidak asal meminta kenaikan upah. Tetapi didasarkan pada data dan kebutuhan hidup,"

Muenchen Tumbang, City Ditahan Seri
Laga fase grup ketiga Liga Champions akan kembali digelar pada 19-20 Oktober 2016

Kejari Jakpus Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi UPS
"Mereka ditahan selama 20 hari dan dapat diperpanjang sesuai kepentingan penyidikan,"

Jessica Ngaku Sempat Dihipnotis Penyidik Polri
"Saat itu saya tidak didampingi pengacara karena memang tidak boleh didampingi,"

Muenchen Vs Atletico, Laga Berbalut Asa dan Dendam
"Pertandingan nanti bakal berlangsung alot dan ketat. Kedua tim sama-sama mengandalkan aksi serangan."