POLITIK

Selasa, 11/06/2013, 11:58
Bacaleg PPP, PAN, PKPI dan Gerindra Tak Penuhi Syarat Kuota Perempuan

POLITIK KPU, Pemilu
 

bacaleg-ppp-pan-pkpi-dan-gerindra-tak-penuhi-syarat-kuota-perempuan Ketua KPU Husni Kamil Manik/kpu
BERITA TERKAIT
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan empat partai politik peserta pemilu 2014 tidak memenuhi syarat kuota 30 persen keterwakilan perempuan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin malam, Senin (10/06) saat mengumumkan hasil verifikasi tahap akhir bakal calon legislatif (bacaleg) yang terdata dalam daftar calon sementara (DCS).

"Adapun partai yang dikenakan adalah pertama, Partai Gerindra untuk pemilihan Jabar IX. Kedua, PPP untuk dapil Jawa Barat II, Jateng III. Ketiga, PAN, dapil Sumbar 1. Empat, PKPI untuk dapil Jabar V, Jabar VI, dan NTT 1," ungkap Husni.

Tidak hanya itu saja. Keempat partai tersebut, lanjut Husni, dinilai tidak memenuhi syarat penempatan nomor urut caleg perempuan di sebuah daerah pemilihan.

Husni mengungkapkan, keempat partai tersebut masuk dalam kategori tidak memenuhi syarat dalam keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Selain itu, mereka juga tidak memenuhi syarat penempatan nomor urut caleg perempuan di sebuah dapil.

"Terhadap tidak terpenuhinya parpol, maka peraturan KPU menyatakan parpol tidak memenuhi syarat pada suatu daerah pemilihan," sambung Husni.

Setelah verifikasi tahap akhir bacaleg diumumkan, Husni menjelaskan, KPU akan memberikan kesempatan kepada setiap partai politik untuk mengoreksinya. "Pimpinan parpol atau petugas penghubung, apabila ada kesalahan DCS maka segera memberikan bukti kesalahan KPU," terang Husni.

Pada saat yang bersamaan, perwakilan dari keempat partai politik yang dianggap tidak memenuhi syarat keterwakilan perempuan kompak menolak menandatangani berkas acara. Salah satunya wakil dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fernita Darwis.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP itu menilai pihaknya meyakini seluruh persyaratan dan ketentuan yang diajukan KPU sudah terpenuhi. "Kami tidak mau terima. Dapil Jabar II dan Jateng III menurut saya sudah memenuhi persyaratan," tegas Fernita Darwis. (ali)



Berita Terbaru

Sembako Naik, Operasi Pasar Digelar
Hal ini untuk menekan melambungnya harga beberapa kebutuhan pokok pasca kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

KJP per-Siswa di Jakarta Akan Ditambah Tahun Depan
Saat ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta tengah menghitung kenaikan besaran nilai yang akan diberikan kepada siswa ibu kota yang membutuhkan bantuan tersebut.

Madrid Menang Atas Basel 1-0
Meski kalah, Basel masih dapat lolos ke putaran 16 besar jika mereka menghindari kekalahan dari tuan rumah Liverpool pada pertandingan terakhirnya.

Tahun Depan, Pencairan KJP Gunakan E-Money
Dengan sistem itu, siswa tidak lagi mencairkan uang lewat ATM, tapi tinggal mendebet di mana pun ia membeli keperluan sekolah.

Angka Kekerasan Terhadap Anak di Jaktim Tinggi
Yakni 94 kasus kekerasan fisik, 12 kasus kekerasan psikis dan 459 kasus kekerasan seksual.