SOSIAL

Rabu, 09/01/2013, 13:50
IPW Nilai Polri Tak Berdaya Hadapi Kerusuhan

SOSIAL IPW, Kerusuhan Sosial, Bentrokan
 

ipw-nilai-polri-tak-berdaya-hadapi-kerusuhan Bentrok Warga Lampung Ribuan massa gabungan dari Kecamatan Kalianda membawa senjata tajam saat menyerang Desa Sidoreno Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Minggu (28/10)/antara
BERITA TERKAIT
 
Indonesian Police Watch (IPW) menilai sepanjang 2012 intensitas kerusuhan yang terjadi di Indonesia masih terbilang tinggi.

Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane mengungkapkan pesebaran konflik dan kerusuhan yang paling tinggi terdapat di wilayah barat dan Timur Indonesia. Hal itu diungkapkan Neta dalam rilis IPW yang diterima berita8.com, Rabu (9/1).

"Berbagai konflik dan kerusuhan terjadi di sejumlah daerah, mulai dari Aceh sampai Papua yg menyebabkan 154 orang tewas dan 217 luka. Dari jumlah itu 1 TNI tewas, 2 Brimob tewas, 6 TNI luka, dan 6 polisi luka," ulas Neta.

Berdasarkan temuan IPW, lanjut Neta, bentrokan yang banyak menimbulkan korban jiwa adalah kerusuhan di Kalianda Lampung pada 27 dan 29 Oktober 2012.

"Insiden itu 14 orang tewas dan 9 luka. Selain itu, 166 rumah, 11 motor, dan 2 gedung sekolah dibakar massa. Satu mobil dan dua motor polisi serta 26 rumah dirusak massa. Bentrokan terakhir terjadi di Denpasar, Bali pada 31 Desember 2012. Bentrokan menjelang pergantian tahun itu menyebabkan satu orang tewas," ungkap Neta.

IPW melansir, penyebab konflik itu bervariasi. Sebagian besar, kata Neta, disebabkan konflik pribadi yang kemudian merembet menjadi bentrokan antar warga dan kampung. Ada juga bentrokan antara aparat keamanan dengan warga maupun antar aparat keamanan.

"Dari pendataan Ind Police Watch (IPW) di sepanjang 2012 konflik terjadi mulai dari bentrok antar kampung, aparat dengan warga, antar aparat keamanan, perkelahian pelajar, bentrokan mahasiswa maupun ulah suporter sepakbola," tutur Neta.

Pada kesempatan itu Neta berharap institusi Kepolisian RI (Polri) dapat mendeteksi potensi sekaligus mengantisipasi dampak atau risiko konflik di berbagai daerah. Seharusnya, Neta menyarankan agar Polri dapat mengoptimalkan peran intelijen.

"Di tahun ini, IPW memprediksi konflik, kerusuhan, dan ancaman keamanan lain akan semakin marak. Mengingat 2013 adalah masa persiapan menjelang pemilu dan pilpres 2014. Untuk itu Polri perlu mempersiapkan diri dengan memaksimalkan intelijen dan Babinkamtibmas untuk melakukan deteksi dini serta antisipasi," harap Neta. (ali)

Berita Terbaru

10 Juli, Operasi Ketupat Jaya Dilaksanakan
Polda Metro Jaya akan menyiagakan sebanyak 6.600 personel dalam operasi Ketupat Jaya 2015 mendatang.

Waspadai Makanan Kadaluarsa Jelang Lebaran
Razia akan dilakukan di 10 wilayah kecamatan secara intensif di pasar tradisional dan moderen seperti hipermarket, supermarket dan minimarket.

Rihanna Raih Penjualan Digital Terbanyak
Penyanyi R&B pemenang Grammy, Rihanna, menjadi artis pertama yang melampaui lebih dari 100 juta angka penjualan single digital.

Lebaran, Djarot Mudik ke Solo
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, telah memiliki agenda pribadi pada perayaan Hari raya Idul Fitri 1436 H.

Dua BUMD Ditunjuk untuk Bangun LRT
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjuk dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI untuk merealisasikan pembangunan sarana transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di Jakarta.