SOSIAL

Kamis, 17/01/2013, 22:53
Berita Banjir Jakarta Go Internasional

SOSIAL Banjir
 

berita-banjir-jakarta-go-internasional Banjir di Pusat Kota Jakarta, Jl MH Thamrin/dok (berita8/A Fatahillah)
BERITA TERKAIT
 
Tidak saja menjadi headline media massa dalam negeri, bencana banjir yang masih melanda Jakarta juga diberitakan luas oleh berbagai media terkemuka dunia atau go Internasional.

Jaringan penyiaran terkemuka Inggris, BBC, menurunkan judul "Indonesian capital Jakarta hit by deadly flooding" (Ibukota Indonesia Jakarta ditimpa banjir mematikan".

Menurut BBC, banjir besar di Jakarta yang disebabkan oleh hujan deras selama beberapa hari sebelumnya ini telah menutup jalan dan pusat-pusat bisnis di Jakarta.

BBC juga mengutip pernyataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bahwa Jakarta sudah ditetapkan dalam keadaan darurat.

Sementara itu, radio ABC Australia, dalam lamannya menurunkan headline,"Thousands evacuated as Jakarta floods" (ribuan orang mengungsi akibat banjir di Jakarta).

ABC menyoroti tim penanganan bencana bersiap mengungsikan sekitar 350 ribu warga Jakarta, sedangkan puluhan ribu warga sudah lebih dulu mengungsi.

Media Australia ini juga mengutipkan keterangan pihak berwenang Indonesia bahwa banjir Jakarta ini dikhawatirkan akan sama dengan banjir serupa pada 2007 .

Sama dengan BBC News. ABC juga merilis pernyataan Jokowi, termasuk tekad sang gubernur untuk mencari "terobosan" dalam mengatasi banjir.

Sementara itu, jaringan data seketika berbasis di Amerika Serikat, Bloomberg, menurunkan berita pengumuman keadaan darurat di Jakarta dalam artikel berjudul "Jakarta Emergency Declared as Floods Swamp President’s Office".

Bloomberg juga menyinggung banjir ini dengan kunjungan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga dijadwalkan menjamu PM Jepang Shinzo Abe keesokan harinya.

Bloomberg juga merilis pengumuman keadaan darurat Jokowi.

Sedangkan kantor berita Malaysia, Bernama, menurunkan berita mengenai kemungkinan diungsikannya warga Malaysia di Jakarta.

"Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menyiapkan rencana darurat untuk mengungsikan warga Malaysia yang tinggal di Jakarta jika situasi terus memburuk," tulis Bernama pada laman resminya dalam Bahasa Inggris.

Berbeda dari Bernama, harian ekonomi terkemuka Amerika Serikat, Wall Street Journal, dalam lamannya menurunkan berita berjudul "Floods Paralyze Jakarta" (Banjir lumpuhkan Jakarta).

The Journal melaporkan banjir Jakarta ini menewaskan setidaknya empat orang dan membuat ribuan orang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.

The Journal juga melaporkan, banjir telah membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundurkan waktu pertemuan dengan Presiden Argentina Cristina Kirchner, sampai sekitar 90 menit.

Kemudian, harian papan atas AS, New York Times, dalam lamannya menurunkan judul "Torrential Rains Paralyze Jakarta" (Hujan lebat lumpuhkan Jakarta).

The Times menyebutkan, hujan lebat yang membuat ibukota Indonesia itu dilanda banjir dan melumpuhkan Jakarta, telah menelan empat korban jiwa dan ribuan orang mengungsi.

"Sejumlah bagian ibukota terendam air setinggi kira-kira enam kaki, bahkan Istana Kepresidenan juga tak luput karena air juga memasuki kompleks Istana. Sementara pusat bisnis direndam air setinggi kira-kira 18 inci," tulis The Times. (aef/at)

Berita Terbaru

Polda Metro Siap Amankan Event Jakarta Marathon 2014
""ersama panitia, kita mengantisipasi adanya ancaman, gangguan dan kemungkinan sabotase."

Real Madrid Vs Barcelona, Ancelotti Yakin Menang
"Selalu sulit untuk bermain melawan Barca, tapi saya yakin kami akan bermain dengan baik. Tim ini telah pulih."

Boni Hargens Apresiasi Langkah Jokowi Libatkan KPK dan PPATK
Jokowi memperlihatkan keseriusannya dalam mewujudkan kabinet bersih. Tidak ada yang salah dengan semua itu.

Tiga Rektor Ditimang Jadi Menteri Pendidikan?
Presiden Joko Widodo memanggil Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan Rektor UGM Pratikno. Mungkinkah diantara keduanya bakal menjadi Menteri di Kabinet Trisakti?

Rumah Dinas Gubernur DKI Jadi Destinasi Wisata
Kebijakan itu diambil Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama setelah dirinya memutuskan tidak akan menetap di rumah bergaya kolonial Belanda tersebut.